Solusi Saat Menghadapi Daging Sapi Super Mahal

Meningkatnya harga daging sapi dipasaran, membuat para konsumen pecinta daging sapi banyak yang khawatir. Pasalnya, harga daging sapi baru-baru ini banyak yang tidak terjangkau dengan harga kantong para pembelinya.

Untuk bulan Juni ini saja, diperkirakan harga daging sapi yang ditawarkan oleh pembeli kisaran Rp 105 ribu sampai Rp110 ribu. Sementara daging sapi yang sudah dicacak dan dicampur, harganya mencapai Kurang lebih Rp 85 ribu tiap per KG nya.

Seperti yang penulis kutip dari website tempo, Mengacu di pasar yang ada di pasar bojonegoro, Untuk mengantisipasi mahalnya harga daging sapi, para masyarakat sekitar lebih memilih untuk mengganti asupan protein mereka dengan daging ikan laut atau ikan sungai.
Solusi Saat Menghadapi Daging Sapi Super Mahal
Beralihnya penduduk Bojonegoro dan Tuban dengan mongonsumsi ikan-ikanan juga karena melihat kondisi pemasaran dari daging ayam yang juga masih melonjak cukup tinggi.

Meskipun harga daging ayam potong di daerah tersebut relatif cenderung tidak memiliki kenaikan harga yang spesifik, Namun faktanya penduduk Tuban dan Bojonegoro dalam konsumsi daging ayam, mereka masih memilih daging ayam kampung yang memiliki nilai gizi dan protein tinggi.

Namun setelah melonjaknya daging ayam kampung dipasaran yang mencapai harga Rp 67 ribu sampai angka 70 ribu ke atas, penduduk setempat untuk sementara ini banyak meninggalkan untuk memilih daging ayam. Sehingga solusi terbaik adalah membeli ikan-ikanan.

Hal tersebut di atas mengingat harga ikan-ikanan baik sungai maupun laut memiliki harga relatif rendah. Seperti harga ikan tongkol misalnya, Harga ikan tongkol per kilo gramnya hanya Rp 20 ribu saja. Sementara itu ikan bandeng dihargai perkilo gramnya sebesar Rp. 23 Ribu. Selain dua jenis ikan tersebut, jenis ikan yang biasa dibeli adalah  ikan nila, tawes, gabus dan ikan lele yang mudah bagi mereka untuk dijumpai dipasaran.

Oleh sebab itu, para pecinta daging sapi, hendaklah tidak gegabah dalam membeli daging yang harganya dibawah yang sudah saya sebutkan di atas. Karena yang ditakutkan, daging tersebut sudah dioplos dengan daging sapi yang tidak layak konsumsi atau dengan daging oplosan lain. Seperti daging babi yang memiliki tekstur tidak jauh berbeda dengan tekstur daging sapi pada umumnya.


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis materi biologi secara Up To Date via email