Maaf, kami bukanlah penjajah. Meski di mata kalian mengatakan, kami adalah itu...


*** Perkampungan ini begitu sepi, tak ada seorangpun berlalu-lalang. Hanya terdengar nyanyian katak dan jangkrik yang tengah memanjakan diri mereka. Menari, bernyanyi, mereka berpesta layaknya manusia yang tengah lepas dari ancaman mati. Sebab, di luar sana mereka tak lagi memiliki tempat. Jangankan menari dan bernyanyi. Untuk mencari ruang agar mereka dapat dengan bebas menghirup udara yang hingga detik ini tidak ada satu makhlukpun yang berhak mengakui kepemilikanya, mereka tidak bisa. Keserakahan manusialah sebagai jawabnya. Tanah-tanah telah tertimbun dengan bebatuan yang rata di sepanjang jalan, petak-petak yang dulunya adalah area persawahan, kini telah menjadi istana yang mengharuskan makhluk menjijikan seperti mereka harus meninggalkan kampung halaman. ***

Sekali lagi, MAAFkan kami...

  4.43, 25/11/2012, Tlo.Mas Malang
By: Irvan Hadzuka


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis materi biologi secara Up To Date via email