12 November (Hari Kesehatan Nasional)


Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

(WR Supratman: Lagu Kebangsaan)
Mulailah dari dirimu sendiri
(Kata orang bijak)
Dari perjalanan sejarah, dari masa penjajahan sampai sekarang, Promosi Kesehatan telah mengalami pasang surut. Banyak yang telah dicapai, tetapi lebih banyak lagi yang belum dilakukan. Di antara semuanya itu, yang paling penting adalah pengambilan hikmah, makna, nilai atau “wisdom” yang dapat ditarik dari rentetan perjalanan sejarah itu. Kemudian belajar dari semuanya itu kita dapat menjalani masa kini dan menghadapi masa depan dengan lebih terarah dan mantap.
Beberapa hikmah, makna atau nilai yang dapat dipetik dari perjalanan sejarah Promosi Kesehatan itu adalah sebagai berikut:
  1. Bahwa Promosi Kesehatan (atau apapun namanya waktu itu: Propaganda, Pendidikan, Penyuluhan atau nama lainnya lagi) merupakan kebutuhan mutlak baik bagi masyarakat maupun bagi penyelenggara kesehatan.
  2. Bahwa upaya promosi kesehatan perlu dilakukan secara terpadu dengan program-program kesehatan. Promosi kesehatan tanpa program akan tidak berarti apa-apa (lumpuh), sebaliknya program kesehatan tanpa promosi kesehatan akan kurang mengenai sasaran (buta).
  3. Bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat merupakan esensi dari upaya Promosi Kesehatan. Upaya ini adalah upaya dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Upaya ini dapat dilakukan dengan model Pendidikan Kesehatan Rakyat (Model Bekasi), Daerah Kerja Intensif PKM (Model Bandung), Pendekatan Edukatif, Pengembangan PKMD, Posyandu, Gerakan PHBS, dll.
  4. Bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat tersebut perlu didukung dengan upaya bina suasana (mempengaruhi opini publik) dan upaya advokasi kebijakan (mempengaruhi kebijakan yang berorientasi sehat). Bahwa untuk itu perlu dikembangkan rencana aksi yang jelas dan operasional.
  5. Bahwa kemitraan dengan berbagai pihak perlu dilakukan, baik lintas program, lintas sektor, pemerintah-masyarakat, termasuk swasta dan LSM, Pusat-Daerah, unsur pelayanan-unsur ilmuwan/Perguruan Tinggi, maupun antara berbagai negara dalam lingkup lingkup global/internasional.
  6. Bahwa SDM promosi kesehatan profesional perlu dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, sehingga mempunyai kemampuan yang diperlukan sebagai planner, mediator, educator, advocator, social marketer, dll.
  7. Bahwa metode dan teknik promosi kesehatan perlu terus menerus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kemajuan dan perkembangan IPTEK, yang juga dapat memenuhi berbagai kebutuhan berdasar keadaan, masalah dan potensi setempat.
  8. Bahwa pengembangan promosi kesehatan perlu dilakukan berdasarkan pada fakta (evidence-based) dengan mendayagunakan data dan informasi dalam perencanaan dan pencatatan/pelaporan, yang dilakukan sejak di tingkat Kabupaten/Kota, sampai tingkat Provinsi dan Nasional.
  9. Bahwa untuk menjalankan kegiatan promosi kesehatan diperlukan dukungan organisasi yang mantap, baik di Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Apabila memungkinkan di tingkat Pusat eselonnya dapat ditingkatkan menjadi eselon I sehingga dapat mengemban visi dan misinya secara lebih berhasil guna dan berdaya guna. Sedangkan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota menyesuaikan.
  10. Selain itu juga diperlukan adanya Organisasi Profesi Promosi Kesehatan yang kuat, yang berperan antara lain sebagai mitra, pemikir, pemasok, pengamat dan pengkritik kegiatan promosi kesehatan di lapangan.
Selanjutnya, perlu disadari bahwa upaya promosi kesehatan merupakan tanggungjawab kita bersama, bahkan bukan sektor kesehatan semata, melainkan juga lintas sektor, masyarakat dan dunia usaha. Promosi kesehatan perlu didukung oleh semua pihak yang berkepentingan (stakeholders). Kesamaan pengertian, efektifitas kerjasama dan sinergi antara aparat kesehatan pusat, provinsi, kabupaten/kota dan semua pihak dari semua komponen bangsa adalah sangat penting dalam rangka mencapai visi, tujuan dan sasaran promosi kesehatan secara nasional. Semuanya itu adalah dalam rangka menuju Indonesia Sehat, yaitu Indonesia yang penduduknya hidup dalam perilaku dan budaya sehat, dalam lingkungan yang bersih dan kondusif dan mempunyai akses untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga dapat hidup sejahtera dan produktif.
Itu semua kita lakukan adalah dalam rangka membangun jiwa dan membangun badan, sebagaimana tertuang dalam lagu kebangsaan kita. Maka Hiduplah Indonesia Raya. Dalam kaitan dengan itu, kita, kapan dan di manapun berada, perlu melakukan sesuatu, apa saja yang dapat kita lakukan asal positif, dengan ihlas. Sebagai penutup buku ini, kita perlu renungkan kata-kata bijak dari orang yang sangat bijak bestari, yaitu: “Mulailah dari dirimu sendiri”.
Refrensi
http://www.promosikesehatan.com/?act=article&id=225


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis materi biologi secara Up To Date via email