Murabahah


Defenisi Murabahah

Murabahah merupakan jual beli barang pada harga pokok perolehan dengan tambahan keuntungan yang disepakati antara penjual dengan pihaka pembeli barang.
Dan murabahah itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu :
  • Murabahah terikat
Murabahah terikat, maksudnya adalah jual beli dimana nasabah sendiri yang meminta langsung pada bank dan dinyatakan langsung dalam surat perjanjian jual beli (kontrak).
Contohnya: pembelian KPR. Nasabah sendiri yang datang kepada bank kemudian meminta bantuan bank untuk membeli rumah yang dimaksudkan oleh nasabah tersebut. Kemudian barulah pihak nasabah berurusan dengan pihak bank.
  • Murabahah tidak terikat, maksudnya adalah jual beli yang dalam hal ini bank yang menawarkan barang kepada nasabah.
Murabahah terikat tidak bisa dibatalkan selama proses pemesanan karena telah terikat kontrak, sedangkan untuk murabah yang tidak terikat bisa dilakukan pembatalan.


Rukun Murabahah

1. Ba'i (penjual)
2. Mustari (pembeli)
3. Nabi' (barang yang dijual-belikan)
4. Tsaman (harga)
5. Sighat (ijab dan qabul)

    Syarat-syarat Murabahah

    1. Penjual harus memberitahukan kepada nasabah tentang biaya barang tersebut.
    2. Kontrak pertama syah sesuai rukun yang telah ditetapkan.
    3. Kontrak harus bebas riba.
    4. Penjual harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian.
    5. Penjual harus menjelaskan kepada pembeli jika barang yang telah di beli tersebut terdapat cacat.

        Landasan Murabahah

        1. Al-Qur'an.
          Al-Baqarah : 275
          "...Alllah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba..."
        2. Hadits.
          "Dari Suhaib ar-Rumi r.a. bahwa rasulullah SAW bersabda : "tiga hal yang di dalamnya terdapat keberkahan, jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah) dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah bukan untuk dijual. [HR. Ibnu Majah]
        3. Fatwa DSN
          • Fatwa DSN No.04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah
          • Fatwa DSN No.13/DSN-MUI/IX/200 tentang uang muka dalam murabahah
          • Fatwa DSN No.16/DSN-MUI/IX/2000 tentang diskon dalam murabahah
          • Fatwa DSN No.17/DSN-MUI/IX/2000 tentang sanksi atas nasabah mampu yang menunda-nunda pembayaran
          • Fatwa DSN No, 23/DSN-MUI/III/2002 tentang potongan pelunasan dalam murabahah
          • Fatwa DSN No.46/DSN-MUI/III/2005 tentang potongan tagihan murabahah
          • Fatwa DSN No.47/DSN-MUI/III/2005 tentang penyelesaian piutang murabahah bagi nasabah yang tidak mampu membayar
          • Fatwa DSN No.48/DSN-MUI/III/2005 tentang penjualan kembali tagihan murabahah
          • Fatwa DSN No.49/DSN-MUI/III/2005 tentang konversi akad

        Skema Murabahah


        Skema Murabahah Sederhana


        Skema Murabahah Secara Tangguhan


        Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis materi biologi secara Up To Date via email