makalah KTSP


BAB I
PENDAHULUAN
   A.   LATAR BELAKANG
Perubahanzaman yang deinikian cepat, menuntut kita untuk menyesuaikan diri termasukdalam bidang pendidikan. Dalam Iingkungan pendidikan tidak terlepas dengankurikulum sebagai salab satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan prosespembelajaran siswa.
Tahunpelajaran 2006-2007 pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen PendidikanNasional mulal memberlakukan kurikulum baru, dengan kurikulum 2006. KTSPdirancang untuk menggantikan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2004, yangsebenarnya Iebih tepat sebagai penyempumaan dan pengembangan daripadapenggantian.
Perubahankurikulum di masa mendatang akan lebih dititikberatkan pada penetapankompetensi dasar peserta didik sehingga apapun bentuk kurikulum pada satuanpendidikan, ukuran yang terpenting dan prestasi peserta didik adalah penguasaanmereka terhadap standar kompetensi yang dituntut.
   B.    RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusanmasalah dalam makalah ini adalah :
1.      ApaPengertian Kurikulum KTSP?
2.      Apadasar-dasar hukum yang melandasi KTSP?
3.      Apamasalah-masalah dalam penerapan hukum KTSP?
4.      Apakesulitan dalam menghadapi kurikulum KTSP?
5.      Apakelebihan dan kekurangan dalam kurikulum KTSP?
C.     TUJUAN
Tujuan penulisanmakalah ini adalah :
1.      Untukmengetahui pengertian kurikulum KTSP.
2.      Untukmengetahui dasar-dasar hukum yang melandasi KTSP
3.      Untukmengetahui masalah-masalah dalam penerapan hukum KTSP
4.      Untukmengetahui kesulitan apa yang di hadapi KTSP
5.      Untukmengetahui kelebihan dan kekurangan dalam KTSP
BAB II
PEMBAHASAN
   1.      Pengertian KTSP
Kurikulumadalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahanpelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatanpembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
KTSPadalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkatsatuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan,kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran padasuatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standarkompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatanpembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alatbelajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasarke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran,dan indikatorpencapaian kompetensi untuk penilaian.
   2.     Landasan
a.      UNDANG-UNDANGREPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasalayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3);Pasal 38 ayat (1), (2).
b.      Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Ketentuandi dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14),(15); Pasal 5 ayat (1), (2),; Pasal 6 ayat (6); Pasal (7) ayat (1), (2), (3),(4), (5), (6), (7), (8);Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2),(3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal17 ayat (1), (2),; Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.
c.      Standarisi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensiuntuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, StandarKompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiapsemester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SIditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.Standar Kompetensi Lulusan
SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuandan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun2006.
d.     StandarKompetensi Lulusan
SKLmerupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, danketerampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No.23 Tahun 2006.
e.       Peraturan Menteri Pendidikan NasionalNomor 24 Tahun 2006
Memuat tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri PendidikanNasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasardan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006taentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.serta memperhatikan Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BSNP.
   3.      Tujuan Paduan Penyususnan KurikulumTingkat Satuan Pendidikan
TujuanPanduan Penyususnan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/INI/SDLB.SMP/MTs/SMPLB. SMA/MA/SMALB dan SMK/MAK dalam penyusunan dan pengembangankurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yangbersangkuatan.
4.     Prinsip-Prinsip PengembanganKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KTSP dikembangkan sesuai denganrelevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasidan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kotauntuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSPmengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yangdisusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan koinite sekolah/madrasah.Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinaspendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunankurikulum yang disusun oleh BSNP .
KTSPdikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.       Berpusat pada potensi, perkembangan.kebutuhan dan kepentiangan peserta didik dan lingkungannya
b.      Beragam dan terpadu
c.       Tanggap terhadap perkembangan ilmupengetahuan. teknologi dan seni
d.      Relevan dengan kehidupan
e.       Menyeluruh dan berkesinambungan
f.       Belajar sepanjang hayat
g.       Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
   5.     AcuanOperasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KTSP disusun dengan memperhatikanhal-hal sebagai berikut:
a.       Peningkatan iman dan takwa sertaakhlak mulia
b.      Peningkatan potensi, kecerdasan, danininat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemempuan peserta didik
c.       Keragaman potensi dan karekteristikdaerah dan lingkungan
d.      Tuntutan pembangunan daerah dannasional
e.       Tuntutan dunia kerja
f.       Perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi dan seni
g.      Agama
h.      Dinainika perkembangan global
i.       Persatuannasional dan nilai-nilai kebangsaan
j.       Kondisisosial budaya masyarakat setempat
k.      Kesetaraan Jender
l.       Karakteristiksatuan pendidikan
   6.      Komponen Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan
a.       TujuanPendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
Tujuanpendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacukepada tujuan umum pendidikan berikut
1.      Tujuan pendidikan dasar adalahmeletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, sertaketerampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
2.      Tujuan pendidikan menengah adalahmeningkatkan kecerdasan, pengetahuan kepribadian, akhlak mulia, sertaketerampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3.      Tujuan pendidikan menengah kejuruanadalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia sertaketerampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuaidengan kejuruannya.
b.     Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan
Struktur dan muatan KTSP padajenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi limakelompok mata pelajaran sebagai berikut:
1)      Kelompok mata pelajaran agama danakhlak mulia
2)      Kelompok mata pelajarankewarganegaraan dan kepribadian
3)      Kelompok mata pelajaran ilmupengetahuan dan teknologi
4)      Kelompok mata pelajaran estetika
5)      Kelompok mata pelajaranjasmani,olahraga dan kesehatan
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasandan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuanpendidikan. Disamping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan dintermasuk ke dalam isi kurikulum
1)      Mata pelajaran
2)      Muatan lokal
3)      Kegiatan Pengembangan din
4)      Pengaturan beban belajar
5)      Ketuntasan belajar
6)      Kenaikan kelas dan kelulusan
7)      Penjurusan
8)      Pendidikan dan kecakapan hidup
9)      Pendidikan berbasis keunggulan Lokaldan Global
c.       KalenderPendidikan
Satuanpendidikan dasar dan menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengankebuttuhan daerah. karekteristik sekolah. kebutuhan peserta didik danmasyarakat dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang dimuatdalam Standar isi.
d.      Masalah-Masalahdalam penerapan kurikulum KTSP
Beberapahambatan yang menjadi kendala berhasil tidaknya pelaksanaan KTSP diantaranya:
1)      Kebingungan para guru yang sudahmerasa cocok dengan kurikulum 1975. kurikulum 1984. dan kurikulum 1994.Pendidik cenderung konservatif (mempertahankan yang sudah usang yaitu tidaksetuju dengan pembaharuan) dan pendidik lanjut usia cenderung tersiksa denganKBK dan KTSP ini.
2)      Sikap apriori (tidak berdasarkanatas pengalaman atau kenyataan) terhadap kebijakan pemerintah menyangkutpemberlakuan KTSP, desentralisasi pendidikan otonoini penyelenggara pendidikan,dan munculnya permasalahan lain. Contohnya UN sebagai standar kelulusan,Ulangan Umum Bersama, Penerimaan Siswa Baru. Penyeragaman Buku LaporanPendidikan, “pemaksaan” pemuatan mata pelajaran tertantu di daerah yang kurangcocok dan tidak diikuti dengan alternatif penggantinya.
3)      Banyak guru yang belum paham betuldengan konsep KTSP ini bahkan sebagian pengawas sebagai narasumber pun tidakbias memberikan solusi kesulitan guru. Pendapat antar pengawas yang satu denganpengawas yang lain, guru yang satu dengan guru yang lain, kadang versijawabannya berbeda.
4)      Instrumen evaluasinya pun masihsering diperdebatkan, mulai dan penulisan soal yang benar, cara menilai danmenuangkan dalam buku laporan pendidikan.
5)      Sumber daya manusia yang sudahtermakan usia dan kurang profesional atau tidak sesuai dengan bidangkeilmuannya, mahalnya biaya pendidikan, gaji dibawah UMR. dan kebijakan tidakpopular dan yayasan penyelenggaja pendidikan.
6)      Sarana dan prasarana yang jauh danmemadai atau peraturan sudah diberlakukan, sarana penunjangnya belum adadisediakan.
Permasalahandi atas merupakan hal yang wajar, mengingat KTSP dan produk-produk yangmendukung pelaksanaan kurikulum ini belum lama. Hal ini yang paling pentingdalam menyingkapi hambatan ini adalah adanya upaya sosialisasi KTSP yangterprogram, jelas, baku, dan sistematis, dan tidak kalah penting adalah adanyakesadaran para guru, etikat baik, dan kemauan untuk maju supaya keberhasilanpendidikan dapat direalisasikan.

   7.     Kelebihan dan Kekurangan KTSP
Beberapa Kelebihan KTSP adalahsebagai berikut :
a.       Mendorong terwujudnya otonoinisekolah dalam menyelenggarakan pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa salahsatu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanyapenyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat kepada situasi riildi lapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal.
b.      Mendorong para guru, kepala sekolah,dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalampenyelenggaraan program-program pendidikan.
c.       KTSP sangat memungkinkan bagi setiapsekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yangakseptabel bagi kebutuhan siswa. Sekolah dapat menitikberatkan pada matapelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya. Sebagai contohdaerah kawasan wisata dapat mengembangkan kepariwisataan dan bahasa inggris,sebagai keterampilan hidup.
d.      KTSP akan mengurangi beban belajarsiswa yang sangat padat. Karena menurut ahli beban belajar yang berat dapatmempengaruhi perkembangan jiwa anak.
e.       KTSP memberikan peluang yang lebihluas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengankebutuhan.
f.       Guru sebagai pengajar, pembimbing,pelatih dan pengembang kurikulum.
g.      Kurikulum sangat humanis, yaitumemberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan isi/konten kurikulumsesuai dengan kondisi sekolah, kemampuan siswa dan kondisi daerahnyamasing-masing.
h.      Menggunakan pendekatan kompetensiyang menekankan pada pemahaman, kemampuan atau kompetensi terutama di sekolahyang berkaitan dengan pekerjaan masyarakat sekitar.
i.       Standarkompetensi yang memperhatikan kemampuan individu, baik kemampuan, kecakapanbelajar, maupun konteks social budaya.
j.       Berbasiskompetensi sehingga peserta didik berada dalam proses perkembangan yangberkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian, sebagai pemekaran terhadappotensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikanoleh lingkungan.
k.      Pengembangan kurikulum di laksanakansecara desentralisasi (pada satuan tingkat pendidikan) sehingga pemerintah danmasyarakat bersama-sama menentukan standar pendidikan yang dituangkan dalamkurikulum.
l.       Satuanpendidikan diberikan keleluasaan untyuk menyususn dan mengembangkan silabusmata pelajaran sehingga dapat mengakomodasikan potensi sekolah kebutuhan dankemampuan peserta didik, serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah.
m.    Guru sebagai fasilitator yangbertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan kemudahan belajar siswa.
n.      Mengembangkan ranah pengetahuan,sikap, dan ketrampilan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensiindividual.
o.      Pembelajaran yang dilakukanmendorong terjadinya kerjasama antar sekolah, masyarakat, dan dunia kerja yangmembentuk kompetensi peserta didik.
p.      Evaluasi berbasis kelas yangmenekankan pada proses dan hasil belajar.
q.      Berpusat pada siswa.
r.       Menggunakanberbagai sumber belajar.
s.       kegiatan pembelajaran lebih bervariasi,dinainis dan menyenangkan
Beberapa kekurangan KTSP adalah sebagai berikut :
a.       Kurangnya SDM yangdiharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada
Polapenerapan KTSP atau kurikulum 2006 terbentur pada masih ininimnya kualitas gurudan sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi peinikirandan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP), baik diatas kertas maupun di depan kelas. Selain disebabkan oleh rendahnyakualifikasi, juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekangkreativitas guru.
b.      Kurangnya ketersediaansarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP
Ketersediaansarana dan prasarana yang lengkap dan representatif merupakan salah satu syaratyang paling urgen bagi pelaksanaan KTSP. Sementara kondisi di lapanganmenunjukkan masih banyak satuan pendidikan yang ininim alat peraga,laboratorium serta fasilitas penunjang yang menjadi syarat utama pemberlakuanKTSP.
c.       Masih banyak guru yangbelum memahaini KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupunprakteknya di lapangan
Masihrendahnya kuantitas guru yang diharapkan mampu memahaini dan menguasai KTSPdapat disebabkan karena pelaksanaan sosialisasi masih belum terlaksana secaramenyeluruh. Jika tahapan sosialisasi tidak dapat tercapai secara menyeluruh,maka pemberlakuan KTSP secara nasional yang targetnya hendak dicapai palinglambat tahun 2009 tidak memungkinkan untuk dapat dicapai.
d.      Penerapan KTSP yangmerekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatanpara guru
PenerapanKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan menambah persoalan di duniapendidikan. Selain menghadapi ketidaksiapan sekolah berganti kurikulum, KTSPjuga mengancam pendapatan para guru. Sebagaimana diketahui rekomendasi BSNPterkait pemberlakuan KTSP tersebut berimplikasi pada pengurangan jumlah jammengajar. Hal ini berdampak pada berkurangnya jumlah jam mengajar para guru.Akibatnya, guru terancam tidak memperoleh tunjangan profesi dan fungsional.
Untukmemperoleh tunjangan profesi dan fungsional semua guru harus mengajar 24 jam,jika jamnya dikurangi maka tidak akan bisa memperoleh tunjangan. Sebagaicontoh, pelajaran Sosiologi untuk kelas 1 SMA atau kelas 10 mendapat dua jampelajaran di KTSP maupun kurikulum sebelumnya. Sedangkan di kelas 2 SMA ataukelas 11 IPS, Sosiologi diajarkan selama lima jam pelajaran di kurikulum lama.Namun di KTSP Sosiologi hanya mendapat jatah tiga jam pelajaran. Hal yang samaterjadi di kelas 3 IPS. Pada kurikulum lama, pelajaran Sosiologi diajarkanuntuk empat jam pelajaran tapi pada KTSP menjadi tiga jam pelajaran. Sementaraitu masih banyak guru yang belum mengetahui tentang ketentuan baru kurikulumini. Jika KTSP telah benar-benar diberlakukan, para guru sulit memenuhiketentuan 24 jam mengajar agar bisa memperoleh tunjangan. Beberapa faktorkelemahan di atas harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar pemberlakuanKTSP tidak hanya akan menambah daftar persoalan-persoalan yang dihadapi dalamdunia pendidikan kita. Jika tidak, maka pemberlakuan KTSP hanya akan menambahdaftar makin carut marutnya pendidikan di Indonesia.




BAB III
PENUTUP
   A.   KESIMPULAN
TSP adalah kurikulum operasionalyang disusun oeh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiridan tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP,kalender pendidikan, silabus.
KTSP merupakan batu loncatankemajuan pendidikan. Dengan kebijakan baru ini, sekolah hisa membuat silabus,kurikulum. dan indikator—indikatornya sendiri. Mesti menentukan silahusnyasendiri namun standar kompetensi dan isinya harus sesuai dengan yang telabditetapkan pemerintah.
KTSP merupakan pengembangan danpenyempurnaan dan kurikulum sebelumnya yaitu kurikWum 2004 (KBK), yangdikembangkan oleb satuan pendidikan berdasarkan standar isi (SI), dan standarKompetensi Lululsan (SKL) yang terdapat pada KBK.
KTSP merupakan salah satu bentukrealisasi kebijakan, desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulumbenar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik disekolah yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan dating dengan mempertimbangkankepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global dengan semangat ManajemenBerbasis Sekolah (MBS).
   B.    SARAN
Kaini sangat mengharapkan saran dankritik dari peserta diskusi dan ibunda dosen agar dalam diskusi akan berjalanlancar dan kondusif.








DAFTARPUSTAKA
Google search,8 standarpendidikan
Google search,KTSP



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis materi biologi secara Up To Date via email