Mis. Tulalit Part 3

Heh... http://www.smileycodes.info aku datang dengan postingan april lagi nie..http://www.smileycodes.info soalnya ide nya mumpung ada.. kan sayang kalau di biarin. Mubazir..... Ya udah lah langsung baca aja ya?...........

Setelah ujian akhir nasional barlalu maka semua siswa diberikan kesempatan untuk berlibur, walau pun setulalit-tulalitnya april,alhamdulillah ia berhasil lulus juga. Emang si nilai pas-pasan, tapi dari pada kurang. ya nggak?... *PS: Yang setuju bilang ya berari orang yang nggak mau maju. secara masa dibandingkan sama yang lebih jelek*,rencananya ia mau ngelanjutin kuliahnya di AMIK, selat panjang.
Untuk mengisi waktu liburan.  april berkunjung kerumahnenek nya yang ada di desa, (terpaksa soalnya di paksa nyokap), sebenernya sihapril ingin liburan ke bali, eh sama mama malah ‘kon bali ngone mbahe’. Cek cek cek.....kasihan deh april...



Hari pertama di rumah neneknya, april sudah merasa tidakbetah, gimana nggax, walau pun PLN sudah masuk desa sih katanya, tapi tetap ajadi rumah neneknya bergelap-gelapan dan hanya menggunakan cahaya lampu penerangyang pakai minyak tanah. Hengalah nyelangsane lah urip gara-gara mesin PLNnya rusak, dan masih dalam masa perbaikkan, kabarnya sih hanya dalam jangkawaktu dua minggu tapi nyatanya sudah sebulan lebih masih juga belum nyala.
Dan malamnya april sama sekali nggax bisa tidur, selain karnanyamuknya banyak minta ampun padahal ia sudah membakar obat anti nyamuk,  itu juga karna ia harus tidur sendirian, apalagi april memang penakut,dan ia paling takut sama yang namanya.... HANTU!!!
“gimana kalau nanti april lagi tidur, tiba-tiba adakuntilanak yang ikut tidur bareng april, lagi pula kamar ini kan udah lamanggax di pake, trus april langsung di cekik... duh, siapa ntar yang nolongin”batin april yang tiba-tiba merinding.
Samar-samar dari luar rumah terdengar suara burung, apriljuga nggax tau burung apa, di ikuti suara anjing yang menyalak di kejauhan yangmakin membuat april jadi panas dingin.
“ma... pa... tolongin april donk... masa april liburankayak gini... liburan kok kerumah hantu...” guman april sedih.
“mama sama papa jahat, nggax sayang sama april, huu...huu....” april lama-lama nggax tahan dan mulai menangis. *Yang nie sumpah Lebay*...
Dan walau pun lirih, telinga april masih bisa mengangkapsuara berisik di dapur, di ikuti suara gemericik air, april memasang telinganyabaik-baik, *memangnya tadi dilepas ya?*.
April juga mendengar derit suara papan yang di injak,maklum rumah desa. Biasalah lantai sama dindingnya masih terbuat dari papan,bahkan atapnya juga terbuat dari daun rumbia, hati nya curiga, jangan-janganada maling. Tapi mau maling apaan, di rumahnya sama sekali nggax ada barangberharga, apa lagi di dapur palingan ada nya Cuma perkakas masak. Memangnya maumaling piring sama sendok?
Dengan memberanikan diri april, berjalan mengendap-endapke dapur, persis seperti kucing yang mengintai tikus, *walaupun sebenernyabelom pernah lihat juga sih* lengkap dengan sapu di tangannya.
Begitu sampai di dapur, jantung april seperti mau copot,napasnya berhenti di tenggorokan, apa yang ada di hadapannya bukan lah sepertiyang ia bayang kan tapi justru apa yang selama ini paling ia takuti.
Tidak sampai 4 meter didepannya, tampak sesosok perempuantua, rambut putih semua dengan giginya yang ompong, sedang meneguk cairanhitam, dari dalam gelas. Apa lagi suasana cahaya nya remang-remang karena lampudamarnya, hanya ada di ruangan depan menambah suasana makin horor sehingga saking kagetnya april, sapu yang adadi tangannya, terlepas dari genggaman.
Begitu mendenar suara sapu yang terjatuh, sosok perempuantersebut langsung menoleh kearahnya, april tidak dapat melihat dengan jelaswajahnya, hanya rambut  yang putih semua ter urai sehingga membuat terlihatsemakin meyeramkan. Saat ini yang ada dalam fikiran april hanya lah lari sejauhmungkin, tapi apa daya sepertinya itu mustahil karena seluruh tubuhnya seperti kaku,sama sekali tidak bisa di gerak kan lagi saking takutnya.
“to.. to.. to... tolong!” jerit april sebelum akhirnyatergeletak tidak sadarkan diri.


@@@@@@@@@@


Keesokan hari  april membuka matanya, badannya terasapegel sekali, di kucek-kucek matanya yang terasa silau oleh sinar mentari yang munculdari jendela yang terbuka lebar, ia memandang kesekeliling, pantas sajabadannya terasa pegel, secara ia semalaman tidur di kursi.
“lho kok april bisa tidur di sini sih?” guman aprilheran, ia mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam kenapa ia bisa tidur disofa.
“wes tangi sampean to nduk”
April langsung menoleh, ternyata nenek yang barumuncul dari dapur, dengan membawa napan berisi segelas teh dan sepiring pisanggoreng.
“eh nenek, pagi...” kata april.
“pagi? Memangnya kamu pikir sekarang  jam berapa to?” kata neneknya sambilmeletakkan napan di atas meja, tepat di depan april.
“jam tujuh kali ya?” balas april.
“yah, itu sih tiga jam yang lalu nduk”
“apa?!” april kaget, sepontan ia melirik jam tangannya,ternyata waktu sudah menunjuk pukul 10:00 lebih 15 minit.
“astafirullah hal’azim, kok april bisa kesiangan ginisih”
“justru itu, nenek mau nanya, kamu kenapa tadi malamtidur di dapur?” tanya nenek lagi.
Pertanyaan neneknya langsung mengingatkan april akankejadian tadi malam.
“ya ampun nek, tadi malam itu april bukan tidur nek, tapipingsan”
“pingsan? Pantes nenek panggil nggax bangun-bangun jugasehingga terpaksa nenek bangunin kakek kamu buat mindahin ke sofa, tapi kenapa kamubisa pinsan?”
“april ngeliat hantu!”
“hantu?” neneknya heran.
“ia. April liat hantu wewegombel, rambutnya putih semua,trus giginya ompong, waktu itu ia lagi minum cairan dari dalam gelas, pokoknyahii... serem deh” cerita april sambil bergidik.
Mendengar cerita april, kontan neneknya langsung tertawaterkekeh-kekeh.
“kok nenek malah ketawa sih?” april heran.
“oalah nduk-nduk, jadi sampean fikir, perempuan tadimalam itu hantu?”
“jadi nenek juga liat?”
“lha pie to nduk. Wong yang tadi malam kamu liat itunenek yang lagi ke dapur buat minum”
“masa’ sih, kok kayak wewegombel beneran?”
“hus, kamu ini. Masa’ neneknya sendiri di bilangwewegombel. Sudah mending kamu cuci muka dulu trus sarapan, nenek mau nyusulkakek mu kekebun belakang, nanti kalau kamu udah selesai sarapan bisa ikutnyusul juga”
Selesai berkata nenek beranjak pergi meninggalkanapril yang masih bingung sendiri.
“kek, kakek mau nanam apa sih?” tanya april ketika diliatnya sang kakek sedang mencangkul laut. Kok laut? Ya iya lah, secara nggaxusah di kasi tau pasti udah pada ngerti kalau di kebun yang di cangkul jelaslah tanah.
“ini. Kakek mau nanam kangkung sama kacang”
“kangkung lagi, kangkung lagi” guman april lirih.
“memangnya kenapa? Kamu nggax suka sama kangkung?” tanyaneneknya heran.
“bukannya april nggax suka nek, tapi bosen aja, nggax dirumah, nggax di sini ketemu juga sama yang namanya kangkung. Heran deh”
“jadi mama kamu juga sering nyayur kangkung?”
“ia kek, hari-hari malah, mentang-mentang tinggal ngambildi kebun belakang”
“mama sama papa kamu juga rajin berkebun ya? Padahal duluwaktu di sini mama kamu paling males kalau di suruh bertanam”
“sampai sekarang juga masih kok nek” balas april.
“trus siapa yang nanam? Dan bukannya di belakang rumahkamu juga ada perumahan lagi?” tanya neneknya heran.
“emang”
“jadi nanam nya dimana?”
Kakek sama nenek april makin bingung.
“di warung, pas di belakang rumah april kan, warungnya busiti, Nah setiap hari mama datang kesana buat ngambil sayuran, tapi ya itu taditetap aja, kangkung-kangkung-kangkung”
“jadi mama kamu kalau nyayur ngambil disana?” tanyakakeknya, april hanya mengangguk.
“kalau begitu orangnya baik banget ya, soalnya mama kamudi izinin tinggal ngambil kok nggax marah ya”
“pasti boleh lah, orang di kasi duit sama mama”
“itu sih namanya beli. Pantesan boleh, kamu sih kalaungomong nya muter-muter bikin nenek sama kakek bingung aja, nenek pikir malahtetangga kamu baik-baik banget”
“mata nenek rabun kali ya, sudah jelas-jelas dari tadiapril duduk diam di sini, masa’ di bilang muter-muter, gara-gara udah tua kaliya, makanya pikun” batin april dalam hati.
Sehabis membantu nenek sama kakeknya berkebun aprillangsung pulang untuk menyiapkan makan siang, (ngebantu?! Gaya loe!! Dari tadiCuma nonton doank kok, bilangnya sih takut sama cacing, padahal males tuh.Dasar)
April sedang menyiduk nasi kebaskom ketika terdengarsuara orang di depan.
“tok..tok...tok...”
“assalamu’alaikum nenek!” terdengar suara perempuan daripintu depan.
“wa’alaikum salam” balas april sambil menuju ke depan,dan segera membukakan pintu untuk tamunya.
“maaf cari siapa ya?” tanya april begitu berhadapandengan tamunya seorang perempuan yang kira-kira seumuran dengannya.
“nenek walimah ada?”
“nggax. Nenek lagi di kebun, ngebantuin kakek, kalauboleh tau da perlu apa ya?” tanya april lagi.
“ini... aku di suruh sama ibu buat nganterin sedikitmakanan buat nenek”
“gitu ya... ya udah biar april salinin makanannya duluya. Eh lupa, masuk dulu yuk” ajak april yang baru nyadar kalau dari tadi tamunyamasih berdiri di depan pintu.
April langsung berjalan kedapur, gadis itu mengikuti dibelakangnya, april segera menyalin makanannya dari rantang kedalam mangkuk.
“wah lumayan nih, baru sehari di sini udah makan gulaiayam sama sambel udang lagi, asyik...” batin april sendiri.
“anu, kalau boleh tau mbax ini siapa ya, kok bisa ada dirumahnya nenek walimah”
April menoleh, eh iya kan masih ada tamu.
“0, saya cucunya, kenalin.... april” april mengulurkantanganya.
“putri andini nawang wulan sari, biasa di panggil sari”sahutnya sambil membalas uluran tangan april.
“panjang amat. Ntar kalau mau ijab kabul gimana ribetnya,kasihan deh calon suaminya” kata april dalam hati.
“kalau andininya dihilangkan trus nggax pake sari jadiistrinya jaka tarub loe” canda april.
“ah embak bisa aja” sari tersenyum.
“manggilnya april aja ya, abis kalau manggil embak trus Anya di ganti i, kan jadi kambing”
“ih embak lucu deh, anu maksudnya april lucu juga”
“lawak kali... lucu.”
Sari malah tertawa lepas mendengarnya.

T_T.... TBC dulu ya..... cape wa ngetiknya.............  http://www.smileycodes.info 




Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis materi biologi secara Up To Date via email