Teori Belajar (behavioristik) Clark Hull

Claark Hull juga menggunakan variable hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian tentang belajar. Namun ia sangat terpengaruh oleh teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga kelangsungan hidup manusia.
Oleh sebab itu, teori Hull mengatakan bahwa, kebutuhan biologis dan semua pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya.

Dalam kenyataannya, teori demikian tidak banyak digunakan dalam kehidupan praktis, terutama setelah Skinner memperkenalkan teorinya. Namun teori ini masih sering digunakan dalam berbagai eksperimen di laboratorium.
Teori Hull lebih menarik dianalisis, bahwa keberhasilan belajar perlu juga memperhatikan tentang kepuasan siswa dari aspek biologis khususnya kebutuhan dasar yang bersifat material. Semakin terpenuhinya kebutuhan material akan memenuhi peluang besar kemungkinan proses pembelajran. Oleh sebab itu lembaga pendidikan harus memperhatikan aspek pemuasan material para siswanya. Menjadi salah besar memiliki anggapan bahwa kebutuhan material tidak terkait dengan keberhasilan proses pemelajaran.[1]
1. Prinsip-prinsip utama teorinya :
·         Reinforcement adalah faktor penting dalam belajar yang harus ada. Namun fungsi reinforcement bagi Hull lebih sebagai drive reduction daripada satisfied factor.
·         Dalam mempelajari hubungan S-R yang diperlu dikaji adalah peranan dari intervening variable (atau yang juga dikenal sebagai unsure O (organisma)). Faktor O adalah kondisi internal dan sesuatu yang disimpulkan (inferred), efeknya dapat dilihat pada faktor R yang berupa output. Karena pandangan ini Hull dikritik karena bukan behaviorisme sejati.
·         Proses belajar baru terjadi setelah keseimbangan biologis terjadi. Di sini tampak pengaruh teori Darwin yang mementingkan adaptasi biologis organism.[2]


[1] M. Saekhan Muchith, M. Pd, Pembelajaran Kontekstual. (Semarang, RaSAIL Media Group). Hlm, 52


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis materi biologi secara Up To Date via email