Pemikiran Pendidikan al-Ghazali "Konsep kurikulum"

part 5
Kurikulum
Menurut pandangan  al-Ghazali, ilmu dapat dilihat dari dua segi, yaitu ilmu sebagai proses dan ilmu sebagai obyek. Dari segi pertama, al-Ghazali membagi ilmu menjadi ilmu hissiyat, ilmu aqliyah, dan ilmu ladunni. Ilmu hissiyah diperoleh manusia melalui penginderaan, sedangkan ilmu aqliyah diperoleh me-lalui kegiatan berpikir (akal), sedangkan ilmu ladunni diperoleh langsung dari Allah tanpa melalui proses penginderaan atau pemikiran (nalar) melainkan me-lalui hati.[1]


Sedangkan pembagian ilmu sebagai objek dibagi menjadi tiga sebagai beri-kut:
1.      Ilmu yang tercela secara mutlak, banyak atau sedikit seperti sihir, azimat, nujum, dan ilmu tentang ramalan nasib.
2.      Ilmu yang terpuji, banyak atau sedikit. Misalnya ilmu tauhid dan ilmu agama.
3.      Ilmu yang terpuji pada kadar tertentu, yang tidak boleh diperdalam, karena ilmu ini dapat membawa kepada kufur dan ingkar, seperti ilmu filsafat.[2]
Adapun ilmu dikatakan  tercela menurut al-Ghazali bila memiliki indikasi (1) mendatangkan bahaya bagi pemiliknya dan orang lain, (2) mendatangkan bahaya bagi pemiliknya, dan (3) tidak memberikan manfaat bagi yang mempelajarinya.[3]
Abuddin Nata dalam bukunya juga hampir sama dalam merumuskan tiga il-mu dilihat dari objeknya. Namun ia menambahkan bahwa dari ketiga kelompok il-mu tersebut (dilihat dari objeknya), al-Ghazali membagi lagi ilmu tersebut menja-di dua kelompok ilmu dilihat dari segi kepentingannya, yaitu:
1.   Ilmu yang wajib (fardlu) yang diketahui oleh semua orang, yaitu ilmu agama, ilmu yang bersumber pada kitab Allah
2.   Ilmu yang hukum mempelajarinya adalah fardlu kifayah, yaitu ilmu yang digunakan untuk memudahkan urusan duniawi, seperti ilmu hitung, ilmu kedok-teran, teknik, pertanian, dan industri.[4]
Adapun Ilmu bahasa dan gramatika menurut al-ghazali hanya berguna untuk mempelajari agama, atau berguna dalam keadaan darurat saja. Sedangkan ilmu kedokteran, matematika, dan teknologi hanya bermanfaat bagi kehidupan di dunia. Ilmu-ilmu sya’ir, sastra, sejarah, politik, dan etika hanya bermanfaat bagi manusia dilihat dari segi kebudayaan bagi kesenangan berilmu serta berbagai ke-lengkapan dalam hidup bermasyarakat.[5]
Sejalan dengan itu al-Ghazali mengusulkan beberapa ilmu pengetahuan yang harus dipelajari di sekolah. Ilmu pengetahuan tersebut adalah:
1.    Ilmu al-quran dan ilmu agama seperti fiqh, hadits, tafsir
2.    Sekumpulan bahasa, nahwu, dan makhraj seta lafadz-lafadznya, karena ilmu ini berfungsi membantu ilmu agama
3.    Ilmu-ilmu fardlu kifayah, yaitu ilmu keokteran, nmatematika, teknologi yang beraneka macam jenisnya, ternmasuk juga ilmu politik
4.    Ilmu kebudayaan seperti sya’ir, sejarah, dan beberapa cabang filsafat[6]
Selanjutnya Abuddin Nata berkomentar bahwa konsep pendidikan al-Ghazali tersebut merupakan aplikasi dan respon dari jawabannya terhadap permasalahan sosial kemasyarakatan yang dihadapinya saat itu. Konsep tersebut jika diaplikasi-kan di masa sekarang nampak sebagiannya masih ada yang sesuai dengan seba-gian lainnya ada yang perlu disempurnakan. Itulah watak hasil pemikiran manusia yang selalu menuntun penyempurnaan.[7]
Ketidaksesuaian suatu konsep dengan kenyataannya bisa diakibatkan  karena ketidakjelasan metode untuk mengaplikasikannya. Akan tetapi tidak berarti se-buah konsep tersebut dikatakan jelek. Karena banyak dijumpai hasil yang diper-oleh dari suatu gagasan tidak seperti yang diharapkan akibat ketidakjelasan meto-de untuk mewujudkannya. Konsep-konsep al-Ghazali tentang pendidikan dapat diaplikasikan tatkala konsep tersebut memiliki metode yang jelas. Buku karangan Muhammad Ismail Yusanto berjudul "Menggagas Pendidikan Islami"[8] mungkin bisa menjadi rujukan untuk mengkaji permasalahan tersebut.


[1] Jalaluddin dan Umar Said, Op. Cit., hlm. 140
[2] Ibid., hlm. 140-141
[3] Ibid., 141
[4]  Abuddin Nata, Op. Cit., hlm. 216-217
[5] Ibid., hlm. 217
[6]  Ibid.
[7] Ibid., hlm. 218
[8] Muhammad Ismail Yusanto, dkk, Menggagas Pendidikan Islami, (2004, Bogor: Al-Azhar Press)


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis materi biologi secara Up To Date via email